Category Archives: Short Notes

Harap

Insya Allah akan selalu bersemangat untuk berdedikasi dan mewujudkan bakti untuk generasi penerus kita lebih baik dimasa depan.
Semoga anak tangga ini yang melatih dan menuntun kita untuk naik kelas Dik.
SemangART!!

View on Path

Iklan

Kembali Membaca

Beberapa hari terakhir saya getol sekali menikmati rangkaian kata yang sengaja dirangkai oleh penulisnya di dalam sebuah buku. Tak sedikit pula halaman atau bagian tertentu yang saya baca berulang kali, dampak begitu menariknya buku itu. Bukan novel, bukan komik, ini adalah salah satu buku non fiksi yang saya baca.

Durasi yang singkat pernah mempertemukan saya dengan penulis buku ini, dan entah mengapa memberikan sensasi tersendiri bagi saya. Sambil membaca buku itu saya seolah bisa membayangkan bagaimana Mas Bukik Setiawan menyampaikan pendapat-pendapatnya itu dengan gaya khas saat berdiskusi bersamanya tahun lalu.

Isi bukunya mengajak saya sebagai pembaca untuk membuka wawasan, bahwa anak-anak di sekitar kita bukanlah kertas kosong yang bisa diatur seenaknya oleh orangtua. Anak-anak terlahir special, mereka memiliki dinamika kecerdasan majemuk tertentu dalam prosesnya belajarnya hingga mereka bisa mandiri seutuhnya.

Malam ini, kondisi kamar telah porak-poranda karena keponakan saya mengajak bermain tentang menjaga orang sakit. Ada-ada saja memang ide bermainnya, pernah juga ia mengajak bermain belajar-belajaran. Satu hal yang mulai saya sadari kalau keponakan saya, mulai pandai bercuap, ia senang mengolah cerita versinya sendiri melalui gambar yang ia lihat. Melalui buku yang saat ini masih mulai memasuki halaman-halaman terakhir. Saya pun terpancing untuk memberikan
pengalaman eksplorasi lainnya, permainan pun berubah sesuka nya.

Walaupun saya belum bekeluarga. Namun bagi saya, buku Anak Bukan Kertas Kosong tersebut mengubah sudut pandang saya dalam terhadap anak-anak di sekitar saya. Saya jadi belajar lebih awal untuk menjadi orangtua yang mampu menyimak suara anak di sekitar saya. Tentu ini jadi modal ketika saya pun telah menjadi orangtua seutuhnya.

Sebelum terlelap mala mini, saatnya kembali membaca 😀

Belajar

image

Semua berproses, dimulai dari garis start berujung di garis finish. Seperti kita, dimulai dari bertemunya sperma dan sel telur. Dimulai dengan tangisan, tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, hingga kita bisa berlari dan telah tumbuh seperti seperti sekarang.

Seiring matahari yang timbul tenggelam bergantian dengan bulan, hari-hari kita berlalu dengan beragam peristiwa, dengan beragam bekal yang diberikan oleh orangtua, sanak saudara, serta kolega. Tak luput pula bekal-bekal ekstra dari orang-orang baru yang kita temui saat kita mulai menapakkan kaki meninggalkan jejak langkah untuk dikenang atau menjadi usang tanpa makna.

Ada pesan secara langsung. Namun (lebih) banyak tindakan yang dicontohkan untuk kita oleh mereka. Agar kita berkarakter, tumbuh dengan kearifan.

Sering saya dengar, bahwa “belajar bukanlah proses yang berlangsung sekali jalan, belajar itu terjadi dengan pengulangan”. Tentu pesan dan tindakan tersebut terulang, mengingatkan kita untuk menjadi “benar”, dan ia bisa terucap atau dicontohkan dari siapa saja yang ada di hadapan kita.

Seperti tadi pagi. Sekitar satu jam yang dilalui, mengulang kembali beberapa pesan, mencontohkan lagi beberapa hal. Melalui seorang Ibu yang sengaja saya temui sembari mengantarkan kiriman, beliau mencontohkan lagi bagaimana arifnya membagikan sebagian harta pada sesama, menolong dengan ketulusan namun dengan pertimbangan untuk tidak “memanjakan”.

Sebuah pengulangan tindakan agar saya selalu ingat, tindakan lain yang pernah terjadi sebelumnya. Semua kearifan sikap, agar kita meninggalkan kebaikan saat kita suatu hari nanti telah mencapai garis finish dalam perjalanan hidup kita.

Maka tiada yang lebih pas, selain mensyukuri atas semua bentuk pembelajaran yang orangtua, sanak saudara, kolega, serta siapa saja yang sengaja dipertemukan dengan kita oleh Allah SWT.

Ketika…

Ketika kompas lenyap bersama karakter kuasanya, satu tujuan jadi berliku oleh banyak praduga.
Ketika media menyajikan banyak contoh untuk diamati dan dikaji, apa daya asa terlampau terpana oleh segudang keinstanan yang melumpuhkan arti…

*sebuah cerita [lagi] dari rutinitas dibalik gedung-gedung kotak banyak dimensi.

View on Path

TERAS dan TERAS[IN] 2015

Ia dicetuskan tidak dengan filosofi yang dalam. Hanya karena teras adalah wadah ngumpul favorit mereka selama menjalani 3 tahun masa sekolah, nama itu disepakati secara masal oleh mereka. Ia pun mulai bergerak dengan memutar kembali memori masa sekolah ketika kopdarnya. Gurau sederhana berujung tawa.

Pada awalnya, bulan Ramadan adalah primadona satu-satunya. Ramadan lah yang menyatukan kami, untuk berkumpul bersama, sekedar untuk membatalkan puasa. Hingga suatu ketika, kesan monoton mulai dirasa di setiap gaya kumpulnya.
Akhirnya, gaya buka puasa bersama, tak lagi disetting untuk personel Teras saja dan mulai melibatkan orang lain di luar sana.

Keberhasilan untuk berbagi inilah yang menjadi pemantiknya. Di sini tentu ada banyak kepala, ada banyak ide, dan ada banyak niat. Beberapa dari kami mengamati, beberapa yang lain mulai meniru, dan akhirnya kami modifikasi.

TERAS[IN] pun diinisiasi dengan pondasi dasar berbagi bekal pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Teras untuk Indonesia, Teras Inspirasi pun dijajal. Persiapan dicicil, keperluan perlengkapannya diadakan dengan sumbangan dari kocek masing-masing personil. Tahapan persiapannya pun dikerjakan dengan bersama-sama dan dicicil.

TERAS[IN] diinisiasi oleh kami, digarap oleh kami, dan dinikmati juga oleh kami. Semua prosesnya tahun lalu, mulai berubah candu bagi kami untuk mendatangi, balik lagi ke SD yang tersebar di kota ini dan kembali berbagi.

Awal tahun ini, semangat TERAS[IN] digarap tidak hanya untuk kami, tapi juga untuk teman-teman dan anak muda mana saja yang peduli.

Sebagai project perdana. Sekolah yang kami rangkul pun tak banyak, dua sekolah yang berdekatan lokasi di kecamatan Palaran dan proses persiapannya pun memberikan banyak kejutan berlapis tekanan. Namun, melihat teman-teman kemarin di TERAS[IN] semua penat hilang, bahkan perut yang keroncongan pun mau berjuang hingga siang :mrgreen:.

1 Januari

1 Januari 2015 ini para pedagang jajanan tradisional sepakat apa ya pada gak dagang. Sepi amat di depan rumah gak ada suara khas pedagang yang lewat.

1 Januari 2015 apa ajang buat Ade-Ade tetangga libur main yak? Biasanya di depan rumah udah rame aja bergerombol mereka, ngobrol sana-sini kadang pake emosi. Hmmm, anak-anak ya… 😅

1 Januari 2015 ini, pasti jadi langkah awal kita semua untuk kembali menatap ke belakang, menatap spion, meninjau ulang semua yang terkenang.
Semoga lahir benih semangat baru, untuk kita berbenah ya kawan, untuk memoles lagi “kemampuan” kita yang terlihat maupun yang kasat mata pula. Semoga kita bisa melalui hari demi hari di 2015 dengan optimis dan melampaui target yang telah kita tetapkan, aamiiin 🙂

Edisi Berbagi

Pertemuan yang singkat bareng Mas Bukik Setiawan. Walau terasa singkat, value yang Mas Bukik bagi seru. Cerita-cerita pun mengalir, dan salah satu pesan pentingnya adalah jangan sampai kita yang terlibat di dalam lembaga bernama sekolah, di dalam keseharian malah tidak mencerminkan dan mengajarkan tujuan pendidikan….
*edisi berbagi, belajar, dan tumbuh bersama 😀

View on Path

Tumbuh…

Menciptakan atau memulai sesuatu terasa lebih gampang dari pada proses mengelola sesuatu tersebut agar terus berjalan dengan segala rintangan yang tak dapat diprediksi dari mana asal-muasalnya.
Namun bagi ku, itu masih merupakan hal yang (cukup) gampang, jika dibandingkan dengan bagaimana proses agar rasa “memiliki” tumbuh dengan nadi, karena dengan kita “memiliki” maka kita akan lebih peduli, kita akan berjuang dengan hati, agar sesuatu itu berkembang, agar ia mampu beperan, agar ia terus tumbuh bersama kita yang menikmati semua prosesnya. #tantangan #shortnote

View on Path

Hari untuk Ibu

22 Desember, diperingati sebagai hari Ibu nasional. Selamat hari Ibu, walau sesungguhnya hari-hari spesial selalu ada saat bersamamu, Ibu – at Rumah Penuh Kenangan

View on Path

Semoga hari Ibu diperingati sejalan untuk memperingati perjuangan perempuan di Indonesia untuk dapat hidup “berdampingan” dengan lingkungan sekitar.

Radio

Radio media lama yg masih menarik untuk dinikmati 🙂 – at Rumah Penuh Kenangan

View on Path

idelaki

your guide to be classy

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy