Category Archives: Short Notes

Interaksi Sekolah 

Sungguh hari yang begitu bermakna! Peristiwa sepanjang hari yang bernilai. Melalui platform gerakan Kelas Inspirasi Samarinda #3, saya merasakan interaksi di lingkungan sekolah yang begitu berbeda, tidak berupa daya khayal. Namun, terasa sangat nyata.

Dibumbui dengan peristiwa-peristiwa tak terduga, diakhiri dengan cerita menyentuh tanpa  script  dan tanpa rekayasa. Semoga gerakan ini terus mengakar di penjuru nusantara. 

Memang penat akan dirasakan kemudian, dan tidak perlu menggerutu, dirasakan saja dengan lapang, semoga semua bernilai ibadah.

It is time to CONTRIBUTE!! #KISMR3

Diluar Dugaan

Sejak Oktober lalu sepertinya, aktivitas membaca ku diluar dugaan! Seperti biasanya, buku-buku Tere Liye yang selalu menjadi bacaan yang menyenangkan untuk mengungkap value positifnya.

Tak lama berselang, seorang kawan mengenalkan buku karya Ika Natassa. Menakjubkan, seperti ketagihan, dan buku-buku lainnya pun mulai dibaca satu persatu walaupun urutannya gak karuan.
Read the rest of this entry

Kotak Kecil

image

Apa yang harus diingat dari kejadian Minggu lalu? Gak boleh menepis kalau sejak dulu saya ada “asma” di dalam tubuh. Hal yang dibayangkan sepele, kalau si “asma” menyatakan pada kenyataannya tidak demikian, dengan seketika dan tanpa aba-aba tubuh gemetar dan berujung drop.
Sekarang kotak kecil itu harus dibawa kemana pun pergi. Semoga gak ada momen walau sekali pun untuk menggunakan isi di dalam kotak itu.
Saatnya beristirahat, semoga besok tubuh udah fit maksimal, aamiiin 🙂

Buku

image

Terkadang rasa sedih itu bisa muncul tiba-tiba hanya karena air yang salah tempat membasahi lembar demi lembar sebuah buku.

Saya entah kenapa, begitu yakin, jika sebagian dari Anda akan tahu bagaimana rasanya.

Namun, jika kita bisa melepaskan rasa menerima sepenuhnya. Bercak air itu akan mengajarkan kita untuk lebih waspada, walaupun buku tersebut jadi tak seperti sedia kala pesan yang ia sampaikan akan terus berpindah kepada saya yang telah membacanya juga orang lain yang akan membacanya.

Sabtu 5 September yang lalu, Alhamdulillah briefing Kelas Inspirasi Samarinda #2 berlangsung, model acaranya pun sederhana.

Tak ada sofa yg nyaman, semua relawan duduk bersama dilantai berlapis karpet biasa. Tak ada sistem audio yang megah, pinjaman portable speaker dan amplifier dari teman & salah satu komunitas menjadi media pengeras suara yang lebih dari cukup untuk menyampaikan apa yang akan dikomunikasikan.

Sabtu lalu, merupakan salah satu hari pemantik semangat! Relawan inspirator terlihat antusias, relawan dokumentator hadir dengan semangat yang tinggi, dan pihak sekolah pun hadir sebagai bentuk dukungan serta apresiasi atas niat baik yang diajukan.

Briefing Kelas Inspirasi Samarinda #2 Sabtu, 5 September yang lalu terasa pecah bagi saya. Relawan berbaur. Relawan hadir dengan dedikasi yang tak biasa, dedikasi untuk masa depan Indonesia.

Terimakasih teman-teman Kelas Inspirasi Balikpapan beserta teman-teman Pengajar Muda yang mau mendampingi keseluruhan proses briefing kemarin. Tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak untuk teman-teman panitia serta teman-teman fasilitator, tanpa dedikasi, curahan tenaga, dan waktu yang kalian berikan Kelas Inspirasi Samarinda bisa saja tak akan terselenggara tahun ini.

Tepuk salut untuk seluruh relawan 😁

image

image

image

image

image

Moment KI

image

Ketika relawan Kelas Inspirasi Balikpapan dan Samarinda bertemu, seolah tak ada pembatas ya, kami melebur bersama dibawah semangat dan sikap-sikap dasar gerakan ini. Bahkan teman-teman relawan dari Balikpapan lebih ekspresif ya 😁 Lihat senyum mereka, senyum yang tulus dan bahagia!

Moment seperti inilah yang membuat saya ingin selalu hadir, ikut ambil bagian. Bukan untuk pribadi semata, tapi untuk melihat senyuman tulus penuh kebahagiaan teman-teman relawan lain yang antusias untuk kembali melangkahkan kaki mereka ke sekolah (SD khususnya) berbagi semangat, kisah, juga cita.

Moment seperti inilah yang membuat saya tak ingin mengalihkan pandangan, bahwa masih banyak orang yang mau turun tangan memberikan perhatian pada fakta-fakta pendidikan yang mereka temukan.

Moment seperti ini yang menyadarkan saya, bahwa gerakan seperti ini tak boleh padam api semangatnya, karena anak-anak disini pun juga berhak merasakan sebuah pengalaman yang berbeda, pengalaman belajar dari orang-orang yang telah mencapai posisinya saat ini buah dari pendidikan yang mereka lalui beberapa tahun silam. 😁 #SemangART

Foto oleh Tendi Riandi.

Ceritanya panjang untuk mendapatkan momen ini.

image

Setelah rapat dinas di sekolah, saya segera berkemas untuk menuju meeting point untuk bertemu mereka.
Berbekal jas hujan saya bergegas, walau ternyata jas hujan seolah tak berperan apa-apa, karena pakaian tetap kuyup (baca: basah maksimal), yang menyebabkan saya harus berbelok pulang untuk ganti pakaian, tentu dengan konsekuensi terlambat dari jadwal.

Akhirnya kami bisa menemukan solusi bersama dan memulai tahap demi tahap persiapan untuk kegiatan kita September mendatang, dan puncak dari  pertemuan kami tadi sore adalah belajar istilah kekinian dari duta-duta gahoool Balikpapan dan konpers tentang #gitarajadipetikin #apalagi….

Semoga agenda kita mendatang lancar dan sukses gaes. 😁😁😁

Harap

Insya Allah akan selalu bersemangat untuk berdedikasi dan mewujudkan bakti untuk generasi penerus kita lebih baik dimasa depan.
Semoga anak tangga ini yang melatih dan menuntun kita untuk naik kelas Dik.
SemangART!!

View on Path

Kembali Membaca

Beberapa hari terakhir saya getol sekali menikmati rangkaian kata yang sengaja dirangkai oleh penulisnya di dalam sebuah buku. Tak sedikit pula halaman atau bagian tertentu yang saya baca berulang kali, dampak begitu menariknya buku itu. Bukan novel, bukan komik, ini adalah salah satu buku non fiksi yang saya baca.

Durasi yang singkat pernah mempertemukan saya dengan penulis buku ini, dan entah mengapa memberikan sensasi tersendiri bagi saya. Sambil membaca buku itu saya seolah bisa membayangkan bagaimana Mas Bukik Setiawan menyampaikan pendapat-pendapatnya itu dengan gaya khas saat berdiskusi bersamanya tahun lalu.

Isi bukunya mengajak saya sebagai pembaca untuk membuka wawasan, bahwa anak-anak di sekitar kita bukanlah kertas kosong yang bisa diatur seenaknya oleh orangtua. Anak-anak terlahir special, mereka memiliki dinamika kecerdasan majemuk tertentu dalam prosesnya belajarnya hingga mereka bisa mandiri seutuhnya.

Malam ini, kondisi kamar telah porak-poranda karena keponakan saya mengajak bermain tentang menjaga orang sakit. Ada-ada saja memang ide bermainnya, pernah juga ia mengajak bermain belajar-belajaran. Satu hal yang mulai saya sadari kalau keponakan saya, mulai pandai bercuap, ia senang mengolah cerita versinya sendiri melalui gambar yang ia lihat. Melalui buku yang saat ini masih mulai memasuki halaman-halaman terakhir. Saya pun terpancing untuk memberikan
pengalaman eksplorasi lainnya, permainan pun berubah sesuka nya.

Walaupun saya belum bekeluarga. Namun bagi saya, buku Anak Bukan Kertas Kosong tersebut mengubah sudut pandang saya dalam terhadap anak-anak di sekitar saya. Saya jadi belajar lebih awal untuk menjadi orangtua yang mampu menyimak suara anak di sekitar saya. Tentu ini jadi modal ketika saya pun telah menjadi orangtua seutuhnya.

Sebelum terlelap mala mini, saatnya kembali membaca 😀

Belajar

image

Semua berproses, dimulai dari garis start berujung di garis finish. Seperti kita, dimulai dari bertemunya sperma dan sel telur. Dimulai dengan tangisan, tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, hingga kita bisa berlari dan telah tumbuh seperti seperti sekarang.

Seiring matahari yang timbul tenggelam bergantian dengan bulan, hari-hari kita berlalu dengan beragam peristiwa, dengan beragam bekal yang diberikan oleh orangtua, sanak saudara, serta kolega. Tak luput pula bekal-bekal ekstra dari orang-orang baru yang kita temui saat kita mulai menapakkan kaki meninggalkan jejak langkah untuk dikenang atau menjadi usang tanpa makna.

Ada pesan secara langsung. Namun (lebih) banyak tindakan yang dicontohkan untuk kita oleh mereka. Agar kita berkarakter, tumbuh dengan kearifan.

Sering saya dengar, bahwa “belajar bukanlah proses yang berlangsung sekali jalan, belajar itu terjadi dengan pengulangan”. Tentu pesan dan tindakan tersebut terulang, mengingatkan kita untuk menjadi “benar”, dan ia bisa terucap atau dicontohkan dari siapa saja yang ada di hadapan kita.

Seperti tadi pagi. Sekitar satu jam yang dilalui, mengulang kembali beberapa pesan, mencontohkan lagi beberapa hal. Melalui seorang Ibu yang sengaja saya temui sembari mengantarkan kiriman, beliau mencontohkan lagi bagaimana arifnya membagikan sebagian harta pada sesama, menolong dengan ketulusan namun dengan pertimbangan untuk tidak “memanjakan”.

Sebuah pengulangan tindakan agar saya selalu ingat, tindakan lain yang pernah terjadi sebelumnya. Semua kearifan sikap, agar kita meninggalkan kebaikan saat kita suatu hari nanti telah mencapai garis finish dalam perjalanan hidup kita.

Maka tiada yang lebih pas, selain mensyukuri atas semua bentuk pembelajaran yang orangtua, sanak saudara, kolega, serta siapa saja yang sengaja dipertemukan dengan kita oleh Allah SWT.

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah