Category Archives: Reviews

hasil saduran karya tulis yang akan membantu mengenali, diri, lingkungan, hubungan. Agar semua tampak jelas dalam hati dan pikiran kita semua

Tentang Buku

Seperti paceklik rasanya saat ini. Beberapa bulan ini, seperti musim kemarau yang panjang bagi saya yang hanya berstatus tenaga honorer. Menjalani tiap pekan dengan kewajiban-kewajiban. Namun, tidak sejalan dengan hak yang semestinya jatuh seperti hujan. Ya tidak dapat dipungkiri, secara tidak langsung ini berkaitan erat dengan janji saat pilkada beberapa tahun lalu.

Bukan ini klimaksnya. Mari saya ungkap fakta lain yang terjadi. Berhemat adalah salah satu pilihan yang tepat untuk bertahan, tidak demikian ternyata dengan minat membaca saya yang justru tidak demikian. Walaupun alternatif untuk membaca banyak saat ini, tapi buku tetap menjadi primadona, pilihan utama.

Ada satu buku “Tentang Kamu” salah satu karya Tere Liye yang saya dapatkan dengan proses yang unik, beda dari biasanya. Buku ini saya dapatkan dengan proses pre-order di salah satu toko buku online yang sudah lama tidak saya buka lamannya, selain karena struktur finasial kurang mendukung, berubahnya tarif pengiriman barang menjadi faktor lainnya. Read the rest of this entry

Lepas Sepenuhnya

Bisa ngobrol dan mendengarkan secara langsung naik-nya level konteks obrolan mereka itu, salah satu dari sekian banyak nikmat yang Allah SWT berikan untuk saya.

image

Semua berawal pada Rabu pagi beberapa tahun lalu. Saat itu hari sedang hujan. Mereka baru sedang berada di masa transisi seragam sekolah putih biru menjadi putih abu. Kondisi kelas belumlah lengkap oleh peralatan yang mendukung proses belajar-mengajar. Read the rest of this entry

Local Leaders Day #3

Saya mengenal Akademi Berbagi tidak instan. Ada proses yang cukup panjang bagi saya, hingga akhirnya saya mau melibatkan diri saya secara menyeluruh pada gerakan ini, dan tidak perlu saya pungkiri, saya pernah memutuskan untuk vakum dari gerakan ini karena beberapa alasan yang saat itu menjadi sebuah keputusan yang cukup membuat saya dilema.

Satu hal yang memikat saya adalah Akademi Berbagi lahir dengan semangat kerelawanan yang tinggi. Gerakan ini lahir untuk mengajak individu mau bergerak menciptakan kelas-kelas yang berkualitas tanpa biaya bagi semua orang yang mau belajar di dalamnya. Bagi semua orang yang mau duduk, berbagi sumber-sumber untuk dapat belajar bersama.

Gerakan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2010, dan kini tumbuh di beberapa kota membentang dari barat hingga timur Indonesia. Semangat gerakan ini terus menyebar, bahkan menggema hingga dunia.

Tumbuh dan berkembangnya gerakan ini di penjuru Indonesia, akhirnya menghadirkan proses, tahap demi tahap transformasi agar gerakan ini bisa terus ada. Salah satunya bentuknya dengan pertemuan besar dua tahunan untuk relawan pengurus di seluruh Indonesia, yang disebut dengan Local Leaders Day.

Local Leaders Day yang dilaksanakan pada 11 hingga 13 Maret yang lalu adalah pelaksanaan Local Leaders Day untuk kali ketiga, dan 3 hari rangkaian kegiatan tersebut, merupakan pengalaman pertama bagi saya untuk terlibat di dalamnya, juga pengalaman pertama saya untuk berkunjung ke Yogyakarta.

IMG-20160311-WA0008

Read the rest of this entry

Pendidikan Nasional

2 Mei menjadi salah satu hari spesial bagi Indonesia, karena menjadi hari dimana pendidikan diperingati secara nasional. Banyak peristiwa, tak luput upacara peringatannya. Namun, dengan akses internet yang makin mudah melalui perangkat smartphone dan gadget lainnya, 2 Mei kali ini, juga saya peringati dengan merilis gambar juga video via social media.

Selamat menyimak 😀

Foto:
Education Day

Video:

 

Kembali Membaca

Beberapa hari terakhir saya getol sekali menikmati rangkaian kata yang sengaja dirangkai oleh penulisnya di dalam sebuah buku. Tak sedikit pula halaman atau bagian tertentu yang saya baca berulang kali, dampak begitu menariknya buku itu. Bukan novel, bukan komik, ini adalah salah satu buku non fiksi yang saya baca.

Durasi yang singkat pernah mempertemukan saya dengan penulis buku ini, dan entah mengapa memberikan sensasi tersendiri bagi saya. Sambil membaca buku itu saya seolah bisa membayangkan bagaimana Mas Bukik Setiawan menyampaikan pendapat-pendapatnya itu dengan gaya khas saat berdiskusi bersamanya tahun lalu.

Isi bukunya mengajak saya sebagai pembaca untuk membuka wawasan, bahwa anak-anak di sekitar kita bukanlah kertas kosong yang bisa diatur seenaknya oleh orangtua. Anak-anak terlahir special, mereka memiliki dinamika kecerdasan majemuk tertentu dalam prosesnya belajarnya hingga mereka bisa mandiri seutuhnya.

Malam ini, kondisi kamar telah porak-poranda karena keponakan saya mengajak bermain tentang menjaga orang sakit. Ada-ada saja memang ide bermainnya, pernah juga ia mengajak bermain belajar-belajaran. Satu hal yang mulai saya sadari kalau keponakan saya, mulai pandai bercuap, ia senang mengolah cerita versinya sendiri melalui gambar yang ia lihat. Melalui buku yang saat ini masih mulai memasuki halaman-halaman terakhir. Saya pun terpancing untuk memberikan
pengalaman eksplorasi lainnya, permainan pun berubah sesuka nya.

Walaupun saya belum bekeluarga. Namun bagi saya, buku Anak Bukan Kertas Kosong tersebut mengubah sudut pandang saya dalam terhadap anak-anak di sekitar saya. Saya jadi belajar lebih awal untuk menjadi orangtua yang mampu menyimak suara anak di sekitar saya. Tentu ini jadi modal ketika saya pun telah menjadi orangtua seutuhnya.

Sebelum terlelap mala mini, saatnya kembali membaca 😀

TERAS dan TERAS[IN] 2015

Ia dicetuskan tidak dengan filosofi yang dalam. Hanya karena teras adalah wadah ngumpul favorit mereka selama menjalani 3 tahun masa sekolah, nama itu disepakati secara masal oleh mereka. Ia pun mulai bergerak dengan memutar kembali memori masa sekolah ketika kopdarnya. Gurau sederhana berujung tawa.

Pada awalnya, bulan Ramadan adalah primadona satu-satunya. Ramadan lah yang menyatukan kami, untuk berkumpul bersama, sekedar untuk membatalkan puasa. Hingga suatu ketika, kesan monoton mulai dirasa di setiap gaya kumpulnya.
Akhirnya, gaya buka puasa bersama, tak lagi disetting untuk personel Teras saja dan mulai melibatkan orang lain di luar sana.

Keberhasilan untuk berbagi inilah yang menjadi pemantiknya. Di sini tentu ada banyak kepala, ada banyak ide, dan ada banyak niat. Beberapa dari kami mengamati, beberapa yang lain mulai meniru, dan akhirnya kami modifikasi.

TERAS[IN] pun diinisiasi dengan pondasi dasar berbagi bekal pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Teras untuk Indonesia, Teras Inspirasi pun dijajal. Persiapan dicicil, keperluan perlengkapannya diadakan dengan sumbangan dari kocek masing-masing personil. Tahapan persiapannya pun dikerjakan dengan bersama-sama dan dicicil.

TERAS[IN] diinisiasi oleh kami, digarap oleh kami, dan dinikmati juga oleh kami. Semua prosesnya tahun lalu, mulai berubah candu bagi kami untuk mendatangi, balik lagi ke SD yang tersebar di kota ini dan kembali berbagi.

Awal tahun ini, semangat TERAS[IN] digarap tidak hanya untuk kami, tapi juga untuk teman-teman dan anak muda mana saja yang peduli.

Sebagai project perdana. Sekolah yang kami rangkul pun tak banyak, dua sekolah yang berdekatan lokasi di kecamatan Palaran dan proses persiapannya pun memberikan banyak kejutan berlapis tekanan. Namun, melihat teman-teman kemarin di TERAS[IN] semua penat hilang, bahkan perut yang keroncongan pun mau berjuang hingga siang :mrgreen:.

Kelas Inspirasi Balikpapan #2

17 Agustus yang lalu, semua warga Negara Indonesia merayakan hari kemerdekaan republik ini. Namun bagi saya pribadi, 17 Agustus yang lalu adalah hari udunan. Hari bagi saya untuk bergabung bersama teman-teman lainnya kembali ke bangku sekolah membagikan cerita, semangat, dan mimpi-mimpi yang tinggi kepada anak-anak.

Hari itu adalah hari dimana saya kembali antusias. Hari dimana saya akan kembali menelusuri aspal ke arah selatan Kalimantan Timur. Bermodal semangat, bermodal rasa antusias untuk bertemu anak-anak negeri yang memiliki potensi tanpa batas. Hari dimana saya bersiap untuk mengikuti sebuah gerakan yang dinamakan dengan Kelas Inspirasi. Read the rest of this entry

Berbagi itu nyenengin!

Berada dibawah platform Teras, kali ini kami mengusung konsep kegiatan yang diberi nama TeraShare – Unlimited Sharing. Ya, berbagi “tanpa batas”. Sebagai bentuk perdana kegiatan ini, kami mengajak kawula muda dan masyarakat Samarinda tentunya untuk bersama-sama menyerap semangat yang disampaikan oleh Kang Febian dan kawan-kawan melalui film Epic Java buatannya.

Alhamdulillah, cukup banyak yang tertarik dan datang di kegiatan tersebut, bahkan itu semua melebihi ekspektasi saya. Bagaimana keseruannya? Langsung saja simak video dokumentasinya.
Akhir kata, mari berlomba dalam berbuat baik 🙂

Bazaar Buku

 
Bazaar Buku 2

Saya yakin banyak yang tahu siapa Dewi Lestari juga Alvin Adam. Mereka berdua bisa dikategorikan orang-orang tenar di negeri ini yang berkecimpung di lingkup seni baik industri media (hiburan) juga sastra di Indonesia.

Rabu, 4 Juni yang lalu. Mereka berdua menjadi bintang tamu di Bazaar Buku yang diselenggarakan di Badan Perpustakaan Provinsi Kalimantan Timur. Saya pun menjadi salah audiens yang datang siang itu, ikut menjadi bagian yang siap belajar dari cerita ataupun pengalaman yang dibagikan oleh Mbak Dewi Lestari juga Bang Alvin Adam. Read the rest of this entry

Roh Kreatif

ImageLagi-lagi hujan mengguyur sepanjang sore hingga kumandang adzan maghrib telah usai memeriahkan langit senja kemarin. Ya, kemarin saat teman-teman Akber Samarinda telah sepakat dan menentukan waktu untuk saling berbagi, berbagi cerita, pengalaman, juga inspirasi bersama Mbak Tita Larasati dari @bccf_bdg (Bandung Creative City Forum). Semoga cukup derasnya intensitas hujan yang mengguyur kemarin menjadi wujud kasih sayang Tuhan melimpahkan rizkinya bagi kita di Benua Etam ini.

Proses berbagi kemarin didukung juga oleh WIEK – Warung Informasi Etam Kaltim Diskominfo Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, yang telah mau meminjamkan ruangannya untuk kami gunakan.

Pukul 19.00 wita berlalu menit demi menitnya. Hujan nampaknya menjadi menjadi rintangan yang sengaja Tuhan hadirkan untuk menciptakan seleksi alam bagi peserta kelas berbagi bersama Mbak Tita kemarin. Kami terus menunggu hingga satu persatu teman-teman pun mulai meramaikan venue.

Pertemuan kemarin pun dimulai lagi dengan perkenalan setiap individu yang telah duduk bergaya “manis”, kemudian Mbak Tita sebagai pengajar di kelas malam kemarin mulai mengenalkan kepada kami (peserta kelas) apa itu @bccf_bdg. Sebuah proses memperkenalkan yang terjadi secara interaktif. Kami bebas saja mengajukan beragam pertanyaan yang ingin kami tanyakan saat Mbak Tita, membagikan cerita, pengalaman, dan inspirasinya di @bccf_bdg.

Ada banyak video-video yang sengaja diputar oleh Mbak Tita saat membagikan cerita, pengalaman, dan inspirasinya kemarin. Semua itu bagi saya pribadi mengguratkan kagum yang berlimpah. Video-video itu membagikan banyak pengalaman, semua proses urut disajikan. Video-video yang akan menggetarkan hati untuk beraksi menghidupkan kota ini.

Mbak Tita mewakili @bccf_bdg dengan terbatas durasi seolah membawa roh kreatif kepada kami di pertemuan kemarin, untuk bertindak lebih menghidupkan Samarinda ini. Satu hal yang saya ingat kuat dari apa yang bisa saya kutip dari Mbak Tita kemarin, “kalau anak mudanya bisa, kenapa harus nunggu generasi yang lebih tua.”.

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah