Category Archives: Edukasi

Interaksi Sekolah 

Sungguh hari yang begitu bermakna! Peristiwa sepanjang hari yang bernilai. Melalui platform gerakan Kelas Inspirasi Samarinda #3, saya merasakan interaksi di lingkungan sekolah yang begitu berbeda, tidak berupa daya khayal. Namun, terasa sangat nyata.

Dibumbui dengan peristiwa-peristiwa tak terduga, diakhiri dengan cerita menyentuh tanpa  script  dan tanpa rekayasa. Semoga gerakan ini terus mengakar di penjuru nusantara. 

Memang penat akan dirasakan kemudian, dan tidak perlu menggerutu, dirasakan saja dengan lapang, semoga semua bernilai ibadah.

It is time to CONTRIBUTE!! #KISMR3

Local Leaders Day #3

Saya mengenal Akademi Berbagi tidak instan. Ada proses yang cukup panjang bagi saya, hingga akhirnya saya mau melibatkan diri saya secara menyeluruh pada gerakan ini, dan tidak perlu saya pungkiri, saya pernah memutuskan untuk vakum dari gerakan ini karena beberapa alasan yang saat itu menjadi sebuah keputusan yang cukup membuat saya dilema.

Satu hal yang memikat saya adalah Akademi Berbagi lahir dengan semangat kerelawanan yang tinggi. Gerakan ini lahir untuk mengajak individu mau bergerak menciptakan kelas-kelas yang berkualitas tanpa biaya bagi semua orang yang mau belajar di dalamnya. Bagi semua orang yang mau duduk, berbagi sumber-sumber untuk dapat belajar bersama.

Gerakan ini pertama kali diinisiasi pada tahun 2010, dan kini tumbuh di beberapa kota membentang dari barat hingga timur Indonesia. Semangat gerakan ini terus menyebar, bahkan menggema hingga dunia.

Tumbuh dan berkembangnya gerakan ini di penjuru Indonesia, akhirnya menghadirkan proses, tahap demi tahap transformasi agar gerakan ini bisa terus ada. Salah satunya bentuknya dengan pertemuan besar dua tahunan untuk relawan pengurus di seluruh Indonesia, yang disebut dengan Local Leaders Day.

Local Leaders Day yang dilaksanakan pada 11 hingga 13 Maret yang lalu adalah pelaksanaan Local Leaders Day untuk kali ketiga, dan 3 hari rangkaian kegiatan tersebut, merupakan pengalaman pertama bagi saya untuk terlibat di dalamnya, juga pengalaman pertama saya untuk berkunjung ke Yogyakarta.

IMG-20160311-WA0008

Read the rest of this entry

Buku

image

Terkadang rasa sedih itu bisa muncul tiba-tiba hanya karena air yang salah tempat membasahi lembar demi lembar sebuah buku.

Saya entah kenapa, begitu yakin, jika sebagian dari Anda akan tahu bagaimana rasanya.

Namun, jika kita bisa melepaskan rasa menerima sepenuhnya. Bercak air itu akan mengajarkan kita untuk lebih waspada, walaupun buku tersebut jadi tak seperti sedia kala pesan yang ia sampaikan akan terus berpindah kepada saya yang telah membacanya juga orang lain yang akan membacanya.

Sabtu 5 September yang lalu, Alhamdulillah briefing Kelas Inspirasi Samarinda #2 berlangsung, model acaranya pun sederhana.

Tak ada sofa yg nyaman, semua relawan duduk bersama dilantai berlapis karpet biasa. Tak ada sistem audio yang megah, pinjaman portable speaker dan amplifier dari teman & salah satu komunitas menjadi media pengeras suara yang lebih dari cukup untuk menyampaikan apa yang akan dikomunikasikan.

Sabtu lalu, merupakan salah satu hari pemantik semangat! Relawan inspirator terlihat antusias, relawan dokumentator hadir dengan semangat yang tinggi, dan pihak sekolah pun hadir sebagai bentuk dukungan serta apresiasi atas niat baik yang diajukan.

Briefing Kelas Inspirasi Samarinda #2 Sabtu, 5 September yang lalu terasa pecah bagi saya. Relawan berbaur. Relawan hadir dengan dedikasi yang tak biasa, dedikasi untuk masa depan Indonesia.

Terimakasih teman-teman Kelas Inspirasi Balikpapan beserta teman-teman Pengajar Muda yang mau mendampingi keseluruhan proses briefing kemarin. Tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak untuk teman-teman panitia serta teman-teman fasilitator, tanpa dedikasi, curahan tenaga, dan waktu yang kalian berikan Kelas Inspirasi Samarinda bisa saja tak akan terselenggara tahun ini.

Tepuk salut untuk seluruh relawan 😁

image

image

image

image

image

Diskusi Panjang

Setelah cukup lama berencana, akhirnya kemarin saya dan adik (angkat) bisa duduk bersama sambil menikmati menu makan siang yang disajikan di salah satu restoran cepat saji yang ikut mengais rejeki di Samarinda. Sisa-sisa hujan, membuat kami bertahan lebih lama disana, dengan topik diskusi yang hilir mudik berganti, maju, mundur, berpidah, diulang, entah bagaimana alurnya, yang jelas diawali dengan tema pendidikan.

Saya belajar dari Mbak Elaa bahwa “Jangan melihat pendidikan hanya dari aspek yang tangible, karena aspek yang intangible yang justru lebih menentukan”. Jangan melihat sekolah dari gedungnya, tapi bagaimana gedung itu digunakan. Jangan melihat kurikulum sebagai dokumen, tapi bagaimana kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) dipraktekkan sehari-hari.

Read the rest of this entry

Pendidikan Nasional

2 Mei menjadi salah satu hari spesial bagi Indonesia, karena menjadi hari dimana pendidikan diperingati secara nasional. Banyak peristiwa, tak luput upacara peringatannya. Namun, dengan akses internet yang makin mudah melalui perangkat smartphone dan gadget lainnya, 2 Mei kali ini, juga saya peringati dengan merilis gambar juga video via social media.

Selamat menyimak 😀

Foto:
Education Day

Video:

 

Kembali Membaca

Beberapa hari terakhir saya getol sekali menikmati rangkaian kata yang sengaja dirangkai oleh penulisnya di dalam sebuah buku. Tak sedikit pula halaman atau bagian tertentu yang saya baca berulang kali, dampak begitu menariknya buku itu. Bukan novel, bukan komik, ini adalah salah satu buku non fiksi yang saya baca.

Durasi yang singkat pernah mempertemukan saya dengan penulis buku ini, dan entah mengapa memberikan sensasi tersendiri bagi saya. Sambil membaca buku itu saya seolah bisa membayangkan bagaimana Mas Bukik Setiawan menyampaikan pendapat-pendapatnya itu dengan gaya khas saat berdiskusi bersamanya tahun lalu.

Isi bukunya mengajak saya sebagai pembaca untuk membuka wawasan, bahwa anak-anak di sekitar kita bukanlah kertas kosong yang bisa diatur seenaknya oleh orangtua. Anak-anak terlahir special, mereka memiliki dinamika kecerdasan majemuk tertentu dalam prosesnya belajarnya hingga mereka bisa mandiri seutuhnya.

Malam ini, kondisi kamar telah porak-poranda karena keponakan saya mengajak bermain tentang menjaga orang sakit. Ada-ada saja memang ide bermainnya, pernah juga ia mengajak bermain belajar-belajaran. Satu hal yang mulai saya sadari kalau keponakan saya, mulai pandai bercuap, ia senang mengolah cerita versinya sendiri melalui gambar yang ia lihat. Melalui buku yang saat ini masih mulai memasuki halaman-halaman terakhir. Saya pun terpancing untuk memberikan
pengalaman eksplorasi lainnya, permainan pun berubah sesuka nya.

Walaupun saya belum bekeluarga. Namun bagi saya, buku Anak Bukan Kertas Kosong tersebut mengubah sudut pandang saya dalam terhadap anak-anak di sekitar saya. Saya jadi belajar lebih awal untuk menjadi orangtua yang mampu menyimak suara anak di sekitar saya. Tentu ini jadi modal ketika saya pun telah menjadi orangtua seutuhnya.

Sebelum terlelap mala mini, saatnya kembali membaca 😀

Belajar

image

Semua berproses, dimulai dari garis start berujung di garis finish. Seperti kita, dimulai dari bertemunya sperma dan sel telur. Dimulai dengan tangisan, tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, hingga kita bisa berlari dan telah tumbuh seperti seperti sekarang.

Seiring matahari yang timbul tenggelam bergantian dengan bulan, hari-hari kita berlalu dengan beragam peristiwa, dengan beragam bekal yang diberikan oleh orangtua, sanak saudara, serta kolega. Tak luput pula bekal-bekal ekstra dari orang-orang baru yang kita temui saat kita mulai menapakkan kaki meninggalkan jejak langkah untuk dikenang atau menjadi usang tanpa makna.

Ada pesan secara langsung. Namun (lebih) banyak tindakan yang dicontohkan untuk kita oleh mereka. Agar kita berkarakter, tumbuh dengan kearifan.

Sering saya dengar, bahwa “belajar bukanlah proses yang berlangsung sekali jalan, belajar itu terjadi dengan pengulangan”. Tentu pesan dan tindakan tersebut terulang, mengingatkan kita untuk menjadi “benar”, dan ia bisa terucap atau dicontohkan dari siapa saja yang ada di hadapan kita.

Seperti tadi pagi. Sekitar satu jam yang dilalui, mengulang kembali beberapa pesan, mencontohkan lagi beberapa hal. Melalui seorang Ibu yang sengaja saya temui sembari mengantarkan kiriman, beliau mencontohkan lagi bagaimana arifnya membagikan sebagian harta pada sesama, menolong dengan ketulusan namun dengan pertimbangan untuk tidak “memanjakan”.

Sebuah pengulangan tindakan agar saya selalu ingat, tindakan lain yang pernah terjadi sebelumnya. Semua kearifan sikap, agar kita meninggalkan kebaikan saat kita suatu hari nanti telah mencapai garis finish dalam perjalanan hidup kita.

Maka tiada yang lebih pas, selain mensyukuri atas semua bentuk pembelajaran yang orangtua, sanak saudara, kolega, serta siapa saja yang sengaja dipertemukan dengan kita oleh Allah SWT.

TERAS dan TERAS[IN] 2015

Ia dicetuskan tidak dengan filosofi yang dalam. Hanya karena teras adalah wadah ngumpul favorit mereka selama menjalani 3 tahun masa sekolah, nama itu disepakati secara masal oleh mereka. Ia pun mulai bergerak dengan memutar kembali memori masa sekolah ketika kopdarnya. Gurau sederhana berujung tawa.

Pada awalnya, bulan Ramadan adalah primadona satu-satunya. Ramadan lah yang menyatukan kami, untuk berkumpul bersama, sekedar untuk membatalkan puasa. Hingga suatu ketika, kesan monoton mulai dirasa di setiap gaya kumpulnya.
Akhirnya, gaya buka puasa bersama, tak lagi disetting untuk personel Teras saja dan mulai melibatkan orang lain di luar sana.

Keberhasilan untuk berbagi inilah yang menjadi pemantiknya. Di sini tentu ada banyak kepala, ada banyak ide, dan ada banyak niat. Beberapa dari kami mengamati, beberapa yang lain mulai meniru, dan akhirnya kami modifikasi.

TERAS[IN] pun diinisiasi dengan pondasi dasar berbagi bekal pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. Teras untuk Indonesia, Teras Inspirasi pun dijajal. Persiapan dicicil, keperluan perlengkapannya diadakan dengan sumbangan dari kocek masing-masing personil. Tahapan persiapannya pun dikerjakan dengan bersama-sama dan dicicil.

TERAS[IN] diinisiasi oleh kami, digarap oleh kami, dan dinikmati juga oleh kami. Semua prosesnya tahun lalu, mulai berubah candu bagi kami untuk mendatangi, balik lagi ke SD yang tersebar di kota ini dan kembali berbagi.

Awal tahun ini, semangat TERAS[IN] digarap tidak hanya untuk kami, tapi juga untuk teman-teman dan anak muda mana saja yang peduli.

Sebagai project perdana. Sekolah yang kami rangkul pun tak banyak, dua sekolah yang berdekatan lokasi di kecamatan Palaran dan proses persiapannya pun memberikan banyak kejutan berlapis tekanan. Namun, melihat teman-teman kemarin di TERAS[IN] semua penat hilang, bahkan perut yang keroncongan pun mau berjuang hingga siang :mrgreen:.

Kelas Inspirasi Balikpapan #2

17 Agustus yang lalu, semua warga Negara Indonesia merayakan hari kemerdekaan republik ini. Namun bagi saya pribadi, 17 Agustus yang lalu adalah hari udunan. Hari bagi saya untuk bergabung bersama teman-teman lainnya kembali ke bangku sekolah membagikan cerita, semangat, dan mimpi-mimpi yang tinggi kepada anak-anak.

Hari itu adalah hari dimana saya kembali antusias. Hari dimana saya akan kembali menelusuri aspal ke arah selatan Kalimantan Timur. Bermodal semangat, bermodal rasa antusias untuk bertemu anak-anak negeri yang memiliki potensi tanpa batas. Hari dimana saya bersiap untuk mengikuti sebuah gerakan yang dinamakan dengan Kelas Inspirasi. Read the rest of this entry

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah