Tentang Buku

Seperti paceklik rasanya saat ini. Beberapa bulan ini, seperti musim kemarau yang panjang bagi saya yang hanya berstatus tenaga honorer. Menjalani tiap pekan dengan kewajiban-kewajiban. Namun, tidak sejalan dengan hak yang semestinya jatuh seperti hujan. Ya tidak dapat dipungkiri, secara tidak langsung ini berkaitan erat dengan janji saat pilkada beberapa tahun lalu.

Bukan ini klimaksnya. Mari saya ungkap fakta lain yang terjadi. Berhemat adalah salah satu pilihan yang tepat untuk bertahan, tidak demikian ternyata dengan minat membaca saya yang justru tidak demikian. Walaupun alternatif untuk membaca banyak saat ini, tapi buku tetap menjadi primadona, pilihan utama.

Ada satu buku “Tentang Kamu” salah satu karya Tere Liye yang saya dapatkan dengan proses yang unik, beda dari biasanya. Buku ini saya dapatkan dengan proses pre-order di salah satu toko buku online yang sudah lama tidak saya buka lamannya, selain karena struktur finasial kurang mendukung, berubahnya tarif pengiriman barang menjadi faktor lainnya.

Sekeras apapun saya mencoba untuk mengurangi pengeluaran saya, ternyata semua itu tidak berlaku untuk buku. Transaksi bisa berlangsung offline di toko buku (ketika hanya sekedar berjalan-jalan), tentu juga bisa terjadi melalui perantara teknolgi internet. Hingga akhirnya dan untuk pertama kalinya saya membeli buku dengan proses pre-order.

Terima kasih untuk kesempatan mengenalmu, itu adalah salah satu anugerah terbesar hidup ku. Cinta memang tidak perlu ditemukan, cintalah yang akan menemukan kita.

Terima kasih. Nasihat lama itu benar sekali, aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir, tapi aku akan tersenyum karena sesuatu itu telah terjadi.

Kutipan paragraf di atas menarik perhatian saya. Seolah menjadi faktor yang meyakinkan saya untuk membeli buku ini melalui proses pre-order. Tepat Jumat lalu, saat kita memperingati hari Sumpah Pemuda, buku tiba di rumah melalui perantara jasa ekspedisi yang baru saya dengar namanya.

Saya mulai membaca bukunya tanpa berekspektasi, dan saya pun tak menyangka ternyata buku ini bercerita tentang salah instansi hukum di London, yang mengajak saya berpertualang ke pulau Bungin, Surakarta, Jakarta, dan Perancis. Buku yang begitu epic bagi saya untuk mengisahkan tentang; menjaga amanah, tentang keteguhan hati dalam berjuang, tentang menerima dengan lapang, dan bijak serta tegas dalam mengambil sebuah keputusan.

Saya begitu takjub bahkan saat saya sedang menekan tuts keyboard di layar saat ini. Entah apa yang membuat saya bisa menyelesaikan 524 halaman dalam semalam. Saya hanyut dalam deretan kata yang dipilih oleh Tere Liye dan tim editor, saya seolah mengikuti tiap langkah dan perjalan Zaman Zulkarnaen dalam menyelesaikan amanahnya.

Silakan Anda beli bukunya, karena banyak value yang tersirat di balik deretan katanya.

Iklan

Posted on 10/29/2016, in LiFE, Reviews. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

%d blogger menyukai ini: