Diskusi Panjang

Setelah cukup lama berencana, akhirnya kemarin saya dan adik (angkat) bisa duduk bersama sambil menikmati menu makan siang yang disajikan di salah satu restoran cepat saji yang ikut mengais rejeki di Samarinda. Sisa-sisa hujan, membuat kami bertahan lebih lama disana, dengan topik diskusi yang hilir mudik berganti, maju, mundur, berpidah, diulang, entah bagaimana alurnya, yang jelas diawali dengan tema pendidikan.

Saya belajar dari Mbak Elaa bahwa “Jangan melihat pendidikan hanya dari aspek yang tangible, karena aspek yang intangible yang justru lebih menentukan”. Jangan melihat sekolah dari gedungnya, tapi bagaimana gedung itu digunakan. Jangan melihat kurikulum sebagai dokumen, tapi bagaimana kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) dipraktekkan sehari-hari.

Potongan paragraf di atas, jadi api pemantik diskusi kami. Cukup banyak kejadian yang akhirnya kami ingat kembali. Kejadian masa sekolah, teori-teori yang kami terima saat belajar, hingga kegiatan yang terjadi di lapangan. Artikel itu seolah membawa kami untuk mengevaluasi apa yang kami lakukan selama ini, dan membawa kami ke tahap baru dalam memandang arti pendidikan dalam keseharian.

Jika Anda penasaran, secara lengkap artikel itu berjudul “Kampus Guru, Impian Pendidikan yang Menumbuhkan” diunggah oleh Mas Bukik melalui akun blog miliknya. Anda dapat pula membaca tulisan tersebut secara lengkap disini.

Bagi saya pribadi, diskusi panjang yang terjadi kemarin adalah satu peristiwa yang saya idam-idamkan, dan tentu saya harapkan akan sering terjadi. Bayangkan, betapa serunya melihat dan mendiskusikan pendidikan bukan dari sudut pandang materi. Namun, hal-hal yang lainnya yang tak perlu dihitung dengan angka dan nominal. Mengisahkannya dari unsur yang terlihat dan meninjau kembali aspek yang tidak terlihat (tangible & intangible).

Kemarin adalah peristiwa menarik yang membuat saya sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Najeela Shihab melalui presentasi videonya yang juga disertakan oleh Mas Bukik melalui tulisan di blog-nya bahwa “pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang menghasilkan perubahan prilaku.

Terimakasih untuk Mas Bukik, karena tulisannya berhasil menarik ketertarikan kami (saya dan adik saya) untuk membacanya, kemudian mengulasnya berdasarkan apa yang kami lihat dan jalani disini, hingga kami sadar kalau kami harus bubar, karena belum shalat ashar. Semoga diskusi berlanjut dengan wujud perbaikan :D.

Iklan

Posted on 05/06/2015, in Edukasi, LiFE. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah

%d blogger menyukai ini: