Implementasi Bukan Teori

DSC_0134

Jum’at, 18 Januari 2013 lalu. Menjadi hari yang membuahkan titik belokan baru dalam hidup. Hari itu, tak disadari adalah hari terakhir dimana rutinitas weekend saya berada di dalam kelas bersama beragam latar belakang usia sampai pada ujungnya. Hari terakhir di mana kami dipersatukan di dalam sebuah kelas atas nama pendidikan kualifikasi guru.

Jika boleh saya kisahkan ulang secara singkat bagaimana kami terkumpul menjadi satu adalah karena status latar belakang pendidikan kami yang belum mencapai level strata satu dalam keseharian kami sebagai seorang guru. Pendidikan kualifikasi guru adalah pilihan yang ditempuh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur untuk meningkatkan level pendidikan kami berada di standar minimal yang diminta oleh Undang-Undang.

Kelas terakhir hari itu, diisi dengan mata kuliah pendidikan agama Islam. Kami mendapatkan input-input tentang bagaimana Islam oleh seorang Dosen yang rendah hati dan santun memberi. Namun, dalam membuka cakrawala pengetahuan kami, Beliau tidak hanya mengisahkan sejarah tapi mengajak kami untuk melihat Islam secara konfrehensif menggunakan akal pikiran sebagai mana mestinya dalam berkehidupan. Beliau saya panggil, Pak Rahmat Soe’oed.

Ada poin-poin yang akan saya bagikan kepada Anda di sini. Poin-poin yang akan mengajak Anda untuk sejenak berpikir, menganalisanya dan meresapinya dalam kehidupan kita sehari-hari. Poin-poin yang saya temukan selama mengikuti kelas pendidikan agama Islam bersama Beliau.

Poin-poin penting itu tertulis seperti ini:

  • Kebersihan sebagai ruh ibadah thaharah.
  • Disiplin waktu dan persamaan sebagai ruh ibadah shalat.
  • Kejujuran sebagai ruh ibadah puasa karena “Tidak sempurna keislaman seseorang tanpa kejujuran, sekalipun ia telah bersembahyang dan berpuasa.” (Al-Hadits).
  • Kepekaan sosial sebagai ruh ibadah zakat.
  • Persamaan  hak dan kewajiban sebagai ruh ibadah haji.

Poin-poin di atas, menunjukkan bahwa gaya kehidupan kita dalam menjalani keseharian akan menjadi sangat indah. Bahwa wujud saat kita mensengajakan diri untuk menghadap kepada-Nya juga harus senada saat kita meniti detik demi detik waktu yang tersedia pada jiwa dan raga kita.

Sayangnya, indahnya gaya berkehidupan yang tersirat dalam ajaran agama Islam, tidak sepenuhnya ada melekat dalam keseharian kita. Saya terkejut sekali, ketika melihat pemaparan Beliau tentang bagaimana gaya berkehidupan Islam malah lebih banyak diterapkan oleh negara-negara bukan berlatar belakang Islam. Merujuk pada hasil penelitian Kompas 5 Nopember 2011 lalu, penelitian dilakukan di 208 negara dan hasil yang mengejutkan saya mungkin juga berdampak yang sama pada Anda. Hasil Negara yang berkehidupan dengan gaya Islam yang saya dapatkan di perkuliahan yang saya lalui sebagai berikut:

  • RANKING 1, SELANDIA BARU
  • RANGKING 2, LUKSEMBURG
  • RANGKING 7, KANADA; RANGKING 8, INGGRIS, 9 AUSTRALIA, 25 USA

Sementara itu, negara-negara yang tergabung dalam OKI:

  • RANGKING 38, MALAYSIA
  • RANGKING 48, KUWAIT
  • RANGKING 66, UNI EMIRAT ARAB
  • RANGKING 119, MAROKO
  • RANGKING 131, SAUDI ARABIA
  • RANGKING 140, INDONESIA;  147 PAKISTAN; 198 YAMAN; 206 SOMALIA

Ini bagai cambuk! Benar memang, negara kita tak sebersih Selandia Baru. Namun, melalui fakta yang disajikan oleh Beliau seharusnya membuat kita mulai berbenah. Sudah seharusnya kita mulai menentang mainstream untuk memandang Islam, tak hanya dalam sudut pandang teks tapi juga konteks sehingga kita semua akan hidup makin indah dalam keseharian.

Saya tidak memukiri, saya pun belumlah menjadi orang yang baik dalam berkehidupan juga dalam peribadatan. Semoga dengan tulisan ini, saya dapat selalu mengingatkan diri untuk terus-menerus menjadi lebih baik dalam pekerjaan, interaksi sosial, juga dalam peribadatan. Semoga tulisan ini pun bermanfaat bagi Anda, saatnya memikirkan sedikit lebih dalam agar kita mau dan sabar mengimplementasikan indahnya Islam dalam keseharian.

Tak lupa saya ucapkan terimakasih banyak pada Pak Rahmat Soe’oed yang makin melebarkan peran akal pikiran saya. Semoga amal ibadah Bapak tak terputus melalui ilmu-ilmu yang Bapak Sampaikan. Sang Pencipta mengakhiri kelas pendidikan kualifikasi guru kami dengan mata kuliah yang indah mengajarkan keindahan hidup untuk kami teruskan pada banyak orang.

Iklan

Posted on 01/21/2013, in Edukasi, LiFE, Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah

%d blogger menyukai ini: