Seperti langit sore ini, tak kondusif

Langit gelap dan terang seketika oleh kilau petir yang muncul di angkasa tiba-tiba, angin pun cukup kencang memindahkan debu-debu dari lokasi awal. Ya, global warming sudah tak lagi menjadi isu yang banyak mencuri perhatian. Kini, dampaknya pun perlahan kita rasakan, seperti langit gelap sore ini, biasanya orang-orang menikmati menunggu turun hujan, kini mereka waspada, khawatir dan berharap, semoga hujan yang sejuk membasahi Bumi tak meninggalkan jejak ketika ia berhenti.

Ibarat sepotong scene di dalam sebuah film, suasana sore hari ini melukiskan sebait nada sendu dalam indahnya proses berbagi. Ada banyak perhitungan juga kalkulasi teknis yang tak mulus, sebaliknya menimbulkan sistem-sistem penangkal dan “bugs” yang akan berdampak pada mereka yang telah menempatkan diri selama tiga tahun untuk menambah pundi-pundi yang akan bermetamorfosis menjadi muscle memory saat mereka telah berteman dengan kata mandiri.

Di sini bukanlah pelosok negeri yang terbatas dalam; ketersediaan energi, sumber-sumber edukasi, dan pengajar dengan beragam gaya tersendiri. Di sini, sekolah ditopang dengan energi sehingga perangkat keras yang menjadi media pembantu belajar pun mampu terus beroperasi, membuka gerbang cakrawala dari penjuru Bumi. Namun, di sini antusias proses berbagi perlahan lenyap oleh pergeseran posisi poin-poin prioritas.

Seperti langit sore ini, tak kondusif. Pergerakan tubuh dibatasi, khawatir hujan dapat mengguyur kapan saja walaupun hujan itu adalah salah satu anugrah dari Pemilik Hidup untuk kita yang berdiam di Bumi ini. Di sini proses berbagi, bagai perahu yang kehilangan kemudi, jangkar pun menerjam tanah dalam agar tak hanyut terbawa arus atau hanya sekedar terombang-ambing tanpa destinasi.

Inilah kondisi, yang tidak boleh dinikmati. Namun, harus dilalui dengan inovasi atau bahkan revolusi, seperti apa yang telah diutarakan oleh Pengajar Senior dalam bisnis dan ekonomi UI. Di sini, belasan mata pelajaran mengantri, sementara di sana di sebuah negeri yang meraih posisi 6 terbaik dalam edukasi di dunia, tak sampai 10 mata pelajaran yang harus dipelajari.

Tak perlu iri, tak perlu menundukkan diri. Beginilah adanya negeri ini, beginilah nyatanya di sini. Kondisi memang begini, namun lilin diri ini tak boleh padam dan meninggalkan asap sejenak dan kemudian menjadi tak berarti. Lilin ini harus terus menyala hingga akhir yang dapat menyalakan lebih banyak lagi lilin-lilin yang lain, dan proses berbagi harusnya tak didasari dengan tingkat lilitan regulasi, melainkan dengan nadi, hingga semua pun menjadi lebih berarti.

Selasa, 17 Januari ’12

Saya yang berbagi dengan dokumen adiministrasi yang tak pernah beres di sana-sini …

Iklan

Posted on 01/17/2012, in Edukasi. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Wonderful blog! I found it while searching on Yahoo News. Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News? I’ve been trying for a while but I never seem to get there! Many thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah

%d blogger menyukai ini: