Cerita sederhana [episode 2]

Terucap syukur ketika napas itu terasa lagi, saat mata mulai menatap dunia bersama nada-nada dzikir yang berbisik menanti fajar di ufuk timur. Selintas do’a pun tanpa lelah terucap bagai sebait harapan dibalik bias peluh-peluh yang akan membasahi kulit meninggalkan jejak-jejak di bumi pertiwi.

… dan hati pun bergejolak terpukau menahan rindu ketika mata memandang pijaran terang dan hangatnya mentari di balik embun yang mulai menipis tak lagi menghalangi pandangan. Sementara dibalik perapian, semua mulai disiapkan, guna menjaga asa tetap segar terasa, hingga mentari telah tepat, tegak di atas semua aktifitas, yang harus disela oleh sebuah kewajiban.

Cinta menjadi inspirasinya, sayang menjadi penopangnya, hati yang lapang menjadi penuntunnya, dan tempat terbaik menjadi tujuannya. Diripun meninggalkan peraduannya, mencoba memberikan segala yang ada, segala yang terbaik, tuk segenggam pelita. Walau tak semua nampak begitu mempesona.

Tanpa mencoba melirik semua yang menjadi cikal bakal-nya, satu alasan itupun menjadi dasar semua untuk dijalani, diuraikan dan dikembangkan. Tanpa diduga pula, semua pun tampak tak lagi indah di beberapa sudut-nya. Begitu banyak teka-teki, begitu banyak kompromi hingga semua tak kembali pada satu landasan yang dulu melandasi pijakan saat ini.

“Aku pun tak merasa heran, andai ku merasa menjadi orang tua mereka, orang tua yang mencoba tiada henti memberi sejumput arti hidup melalui pihak ke-3. Semua tampak buram, tak jelas arah-nya, bimbang ada dimana-mana, dan apa yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan apa yang ku keluarkan tiap bulannya. Tak ada kepastian jawabannya, dan nantinya mereka kan begitu nampak penat diakhir episod-nya di atas selembar kertas, yang tak jelas bagaimana semua dituliskan sejarah-nya (karena mereka hanya berpindah tempat merasakan sensasi-sensasi makna hidup yang abstak)”.

Sementara benteng maya itu begitu kokoh menompang segala yang ada di luar sana. System seolah tampak sempurna karena peran firewall, antivirus, dan utility pihak ke-3 tak bekerja sempurna, bugs begitu banyak nampak dimana-mana yang bisa saja membias menjadi titik-titik yang dapat menenggelamkan dan membunuh diri sendiri tanpa disadari.

Walau indah nada-nada tawa itu berdendang, semua terasa bising ditelinga. Semua tak lagi mudah dirasa pada kenyataannya. Tak ada kaitannya, perihal itu mungkin sama. Namun, berbeda sumber cerita-nya, dan nikmat itu telah dirasa dibalik raga-raga yang seolah tak peduli pada sejarahnya. Sementara disana entah bagaimana kelak cerita akan berkisah pada generasi selanjutnya.

Harmoni itupun menutup cerita, langit tampak syahdu meneduhkan mata yang berbicara agar hati tetap mencoba sebisanya, senantiasa, memberi sedikit arti yang terus mengudara bersama radiasi lentera. Bersama nada-nada harap yang kan selalu bergema. Semoga segalanya mekar tepat pada waktu-nya hingga ujung cerita nantinya.

Iklan

Posted on 10/31/2009, in Opini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah

%d blogger menyukai ini: