“Bermain” seharusnya kunci proses edukasi

Manusia ada di Bumi dengan beragam karakter juga jati diri. Ketika semua mendiami sebuah wadah, secara pasti akan terdapat beragam keinginan, beragam pendapat, beragam solusi. Ketika semua itu mulai terdengar di telinga, maka ada yang begitu lantang, ada pula yang terdengar sangat pelan hampir tak terdengar.

Komunikasi seolah menjadi titik kunci. Kunci yang akan membuat proses edukasi akan sangat berarti. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, ketika semua dimulai dengan tubuh yang ingin terlungkup, duduk, berjalan hingga akhirnya berlari kencang, walau kadang akan jatuh dengan benturan yang berujung pada tangisan. Semua terukir indah dengan kasih sayang, tak ada amarah ketika salah dan tak ada kecewa ketika gagal.

Memang kejenuhan selalu dapat datang kapan saja. Dimulai dari situasi yang pengap, sesak, hingga semua “beban” terbuang percuma melalui amarah yang tak ada artinya. Pantaslah bila itu semua dipandang dari sisi yang berbeda, mengungkap sudut pandang berdasarkan zaman yang akan terus berubah dan pola pikir saat ini.

Ketika di sebuah kelas, dengan beragam fasilitas. Wadah bagi inspirasi edukasi, memulai semua kisah persahabatan, persaudaraan_dimana saling menjaga adalah sebuah keharusan_yang terjalin melalui setitik keikhlasan yang dirasakan. Ketika ego masing-masing akan mencoba tuk saling mengalahkan, maka semua seharusnya dapat dirasakan, hingga tak ada amarah yang kan terbuang.

belajar

Ketika pola pikir seolah berputar lebih lamban dari waktu yang terus berjalan, seharusnya ada langkah yang akan membuatnya maju melangkah menerjang waktu yang begitu misterius, entah apa yang akan kita temukan di hadapan. Bukan lagi nada-nada kecewa, pemikiran-pemikiran untuk menciptakan sebuah “kejeraan”.

Belajar memang dapat dilakukan dengan beragam cara. Tak harus ada bangunan sekolah, karena semua dimulai dari keluarga tentunya sejak dalam kandungan. Tak harus ada buku yang menjadi panutan, karena dunia saat ini seolah telah digenggam dengan teknologi yang ada. Tak harus ada lagi merasa lebih, karena semua adalah partner yang akan saling mengisi, hingga kita akan mengenal dan mengerti dunia yang Pencipta berikan tuk kita agar hidup “seimbang” bukan lagi mimpi.

Hingga semua seolah bermain. Terapan-terapan hasil dari penelitian dan kalkulasi, harusnya mengeluarkan output proses belajar ber-partner ini menjadi sangat menyenangkan. Sehingga edukasi terasa nikmat seimbang untuk dunia sekarang dan dunia nanti yang akan kita temui nanti di hadapan.

Iklan

Posted on 03/02/2009, in Edukasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

bayufwiranda

motto: jawablah setiap pertanyaan dengan cepat, singkat, dan tanpa mikir

NetTrain Informatika

It's All About Learning

Discover

A daily selection of the best content published on WordPress, collected for you by humans who love to read.

JASA PERCETAKAN MURAH

Percetakan, Komputer, Desain Grafis, Foto Copy, ATK, Penjilidan Dll Open 24 Jam Nonstop

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Jarakada

Never been jara enough

Akademi Berbagi Bekasi

Berbagi Bikin Happy

nurhasanahdwilestaridotcom

Smile! You’re at the best WordPress.com site ever

Yogi Yaspranika

ayo sukses berjamaah

%d blogger menyukai ini: